Tampilkan postingan dengan label i dewa gede satriya herwandana (05-71). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label i dewa gede satriya herwandana (05-71). Tampilkan semua postingan

11 Desember, 2007

Lorong si Penunjuk Waktu

Melintasi gerbang depan ITB, menghadang sebuah lorong yang melintang dari hadapan. Melintang - menghadang untuk mengingatkan akan waktu yang terus berjalan.
ITB, 27-08-2007

Member bagaikan Raja

(Dufan) 26-08-2007

manusia, hewan DiANtara alam

(Lap. Tjok Agung Tresna, Sobangan - Mengwi) 17-08-2006

Sang Kala (Bagusan yg Asli/Palsu?)



Pertama kali ngedit warna foto, gini lah hasilnya. Sebenernya bagusan yg mana coba? Dari dasar lubuk hatiku paling dalam yg saat ini masih kupendam, aku sih ga' suka nge"palsu"in warna.
KAMU PILIH YANG MANA ?

(Pura Desa, Dukuh, Penebel, Tabanan) 17-10-2007

In Memoriam (R.I.P. The Building)

Lihatlah kenangan bangunan tua diperempatan Gajah Mada yg sekarang menjadi puing - puing.
06-10-2007

22 November, 2007

Dari Jembatan Taman Ayun

(18-11-2007)

Bayangan Kenyataan

(18-11-2007)

Kori Agung dibalik "agung"nya Pepohonan

Kori Agung dibalik agungnya pepohonan, menyebunyikan sebagian tubuh Kori, seakan - akan menahan segala rasa megah yg terkandung di tubuhnya. (18-11-2007)

Hamparan Hijau di Taman Ayun

(18-11-2007)

Saling Mengawasi

Kori Agung dan Bale Kulkul, Kokoh menegak di tengah taman, Di dalam sumbu yg sama, Menyeruakkan keagungan ke setiap manusia yg melintas. (18-11-207)

Pintu Penjaga Pura Taman Ayun

(18-11-2007)

08 Oktober, 2007

Menanti Hari


Masih terngiang kejadian kemarin yang sempat melukai bangunan Pasar Kumbasari, yang saat ini meratapi nasibnya yang merana sendiri menjelang pagi. Namun masih tegar menanti hari, meski tubuh tercacati oleh api yang membakar waktu lalu.(06-10-2007)

07 Oktober, 2007

Cahaya di sebuah gang


Di sebuah gang di jalan Kartini, sang Mentari pagi sayup - sayup berusaha membangunkan beberapa penghuninya yang masih bergelut dengan mimpinya. Kesan dingin di dalam gang berusaha diisi kembali dengan kehangatan yang hilang sedari malam.(06-10-2007)

Dinding Tua



Berjalan sendiri dari perempatan Gajah Mada menuju Kartini, diawasi oleh dinding tua yang menjadi saksi aktivitas manusia sehari - hari di Kartini. Dengan cat yang sudah mengelupas di beberapa bagian, ditemani pintu, jendela dan lantai semen yang seumur dengan bangunannya, tegak mengkaku mengawasi lingkungan di hadapannya.(06-10-2007)

di Koridor pertokoan Gajah Mada


Ketika Mentari bersiap meninggi dan aktivitas pasar Badung lambat laun mulai berkurang, seorang tua masih terlelap di hamparan lantai koridor pertokoan Gajah Mada. Dingin dan "kurang bersih"nya keadaan, tidak menyurutkan beliau untuk tetap terlelap di koridor bangunan pertokoan tua yang ada di seputaran jalan Gajah Mada.(06-10-2007)

Awal Hari di Trotoar


Menatap ke atas langit, sang mentari mulai menyinari jalanan Gajah Mada, membelah Trotoar di kanan kirinya. Melengkapi bangunan - bangunan pertokoan tua yang akan segera mengawali aktivitas.(06-10-2007)

Nafas di bawah kolong Jembatan


Melaju agak kencang melintasi TOL di seputaran Jakarta, berderu mengikuti jalur aspal padat yang panas diterpa sinar mentari yang semakin meng"gila". Tetapi keadaan itu ditambah dengan pemandangan di kanan kiri jalan dengan "istana - istana" yang terletak di bawah kolong jembatan. Dengan ketidak rapian yang diperlihatkan oleh permukiman non-mewah ini serta ditemani kolom - kolom besar yang menjulang tinggi.(29-08-2007)

Jineng di Tenganan - Karangasem


(05-08-2007)

Saksi bisu Lapangan Niti Mandala Renon


Di kala mentari menyinari kota Denpasar, mewarnai indahnya lapangan Niti Mandala Renon. Ditemani rerumputan serta pepohonan yang hijau, serta dipadupadankan dengan awan putih yang mewarnai birunya langit di angkasa. Monumen Perjuangan Rakyat Bali berdiri sendiri, menjulang tinggi menyiratkan akan kesan titik balik perjuangan rakyat Bali. Dengan permainan pemanfaatan cahaya, fasad yang menarik ditampilkannya, meski warna hitam mendominasinya. (02-06-2007)